Saturday, April 20, 2019

Jalan-jalan Ke Pasar Baru,

Cakeup.

Iya! Kemarin aku jalan-jalan ke Pasar Baru lagi setelah sekian lama.

Anyway, anggap saja yang bakal aku tulis itu tulisan kemarin ya, supaya aku bisa cerita seakan-akan yang kutulis itu hari ini. Abisnya yang ada dikepalaku susunan kata yang sebenarnya sambil kupikirkan selama diperjalanan kemarin. Niatnya memang mau langsung ngepost sepulang dari jalan-jalanku, tapi aku ke dokter gigi (akhirnya..!), terus pas pulang malah ngantuk hehehe.
-
Hari ini aku bangun agak siang. Main hp bentar, terus nyiapin sarapan buat aku dan dua sepupuku. Tau gak aku bikin apa? Garlic bread, pakai telur, pakai keju, sama saos. Terus enak gak? Untungnya sih abis ya dimakan, soalnya aku beneran ngide cuma modal lihat-lihat isi kulkas. Untuk ukuran kayak aku yang jarang banget di dapur, plis ini di apresiasi..

Gak ada siapa-siapa lagi dirumahku kecuali kita bertiga. Sambil nunggu sepupu-sepupuku bangun, aku nonton aja film Split. Baru dixtonton setengah, yang lain udah bangun dan ngajak jalan-jalan. Alhasil, ku stop dulu dan mandi duluan deh biar cowok-cowok ini gak kelamaan nungguin siap-siapnya cewek.

Awalnya kita pingin ke Museum, naik busway (iya tau transjakarta, tapi udah terlanjur familiarnya begitu) atau Krl keliling-keliling Jakarta aja. Tapi karena kita udah kesiangan untuk mulai melakukan itu semua, jadilah setelah sekitar 1 setengah jam berfikir plus siap-siap, kita pilih ke Pasar Baru sekalian makan Bakmi!








Bakmi yang kita makan itu Bakmi Gang Kelinci. Dulu kita inget pernah makan ini walaupun udah lupa rasanya. Sekalian nostalgia jadi kita kesini lagi. Ah, iya enak! Kalau kamu udah pernah nyoba Bakmi Gang Kelinci, aku saranin kamu makan Bakmi Abun. Aku gak tau sih ya enakan yang mana, karena kita agak nyesel juga bukannya makan Bakmi Abun yang belum pernah. Baru lihatnya setelah perut udah kenyang huhu.

Disini juga banyak jajanan. Hari ini aku udah jajan tahu, cireng, telur gulung, dan es lemon indomaret..... Hampir aja beli martabak mini, untung perutku tau diri.

Selain itu, aku baru sadar kalau pasar baru jual macem-macem banget. Mulai dari kain-kain, sepatu, alat salon, kosmetik, kamera, elektronik. Plus satu lagi yang menarik dan aku baru tau! Di Pasar Baru jual baju-baju bekas import juga loh. Kalau familiarnya sih macam di Senen atau Gedebage, Bandung gitu deh. Adanya di lantai 4 Metro Plaza. Tempatnya nyaman, dan lumayan banyak tokonya. Lebih nyaman kalau dibandingin sama Senen, tapi lebih sedikit dan sepi kalau dibandingin sama Gedebage. Barang-barang yang dijual kebanyakan Jaket musim dingin. Ada juga kaos-kaos, baju, celana, tas-tas dan sepatu.

Aku akhirnya ngelilingin selama satu setengah jam-an. Beberapa ada yang aku taksir. Ada kaos bagus gitu sama 2 biji tas yang berhasil mencuri hati, tapi gara-gara harga nya belum sesuai tawaranku dan  ditambah kegalauan ini, jadinya gak jadi terbeli. Lumayan nyeseeel sih pas pulang.. huhu.  Sedangkan kalau sepupu-sepupuku berhasil ngebawa pulang 2 jaket. Hikmah yang bisa diambil, aku lumayan bangga sama diri aku yang sekarang udah lumayan menjadi 'picky shopper' hahahaha, gak kebayang kalau versi aku yang dulu dibawa kesini.

Sore menjelang maghrib kita pulang. Senang sekali memutuskan pergi kesini walaupun jadi kurang ada persiapan kalau-kalau mau nyari apa atau mau beli apa mumpung berkunjung kesini. But there's still next time, right?

Ohya, friendly reminder, kalau mau kesini harus pinter-pinter nawar ya!

Ajak aku lagii juga boleeehhh hihi

Saturday, March 2, 2019

Dalam Diam

Satu dua kali aku hembuskan nafas bersuara
Air mata tetap bisa mengalir begitu saja

Tidak,
Ini tidak lagi disertai rasa sakit
kadang hanya malah menyisakan senyum

Angin dingin ini berhembus membuat kulitku bergidik
tapi sebenarnya tidak terlalu beda dengan isi tubuhku

Oh Biru, katakan.
Apa yang dalam diam kau tulis
Apa yang dalam diam menoreh luka

Tidak,
hati ini tidak akan patah lebih lagi
tidak akan juga memudar
tidak akan juga hilang

Hanya akan kubiarkan
terbang,
tenggelam,
menari,
berdiskusi

-
Dalam diam

Sunday, November 11, 2018

2.29 AM

Disorientasi diri dan perasaan.

Ini bukan puisi, bukan juga sengaja dibuat untuk terdengar puitis.
Bisa dibilang hanya tulisan mentah, yang kurang yakin apabila sempat tersaring otak atau tidak.

Entah emosi macam apa yang tinggal di dalam diri.
Sampai kadang sulit untuk dikenali, dan dijinakkan.

Kadang rasanya badan ini seperti terbelah menjadi dua.
Saling berhadapan.
Memuji satu sama lain.
Mengutuk satu sama lain.

Kadang bisa jadi lebih dari dua.
Ketika ku mulai mengenali yang satu,
Lalu yang satu lagi.
Ternyata mereka saling membelah diri, lalu ada banyak lagi.

Aku kewalahan.

Aku lari, mencoba melihat punya orang lain.
Mungkin esensinya lebih daripada hanya melihat.
Ikut memperhatikan, ikut merasakan, ikut mengulik.
Mungkin ini agar aku terdistraksi — Untuk
Sementara. 

Mengapa? Karena rasanya selalu ada yang belum beres. Seakan ini pekerjaan yang tak akan pernah usai.
Mungkin memang begitu adanya.
Melelahkan sekaligus melegakan.

Kembali ku katakan,
Aneh.
Diri ini aneh.


Semoga aku tidak hilang.

Monday, April 9, 2018

Go tell me i'm being naive
Go tell me i'm being delusional

Maybe I only love the feeling
Maybe I don't want to be lonely
Maybe i'm wasting my time
Maybe i'm fantasizing

But i don't wanna forget
I wish i won't forget

Oh the skies know it,
the night wind, the stars

I smiled
I teared
It's real
It's there