Wednesday, June 22, 2016

Holiday kit.

Gunanya berada diantara orang-orang
Untuk menyadari betapa kurangnya diri
Bahwa aku ini jauh dari cukup
Agar tidak berpuas diri

Gunanya berada diantara orang-orang
Untuk juga melihat keatas
Bahwa kamu masih dibawah
Agar tidak bermegah diri

Karena merasa cukup
Nyaman dan menipu
Maka keluar dari nyaman;
Berada diantara orang-orang.
Hello—
Liburan semester sudah tiba! Bukan seperti liburan-liburan sekolah yang cuman paling lama 1 bulan, liburan semester aku kebetulan kurang lebih sampai 3 bulan. There are actually a lot of days, aren’t it? hahah. Untuk mengisi hari-hari liburan, tentunya ketemu teman-teman. Tapiii, selain teman-teman, kali ini, seperti dikutip dari tulisan aku diatas, aku pingin berada diantara orang-orang yang bukan biasa aku hang-out with. Kalau temen-temen hang-out pasti ya sama-sama aja, aku udah kenal mereka. I’m expecting getting something new from people. The fact that, even bad people has their own good really made me think of i should probably dig the good out of them and make a learn to myself. Plus, knowing your own bad and good is actually a really good idea either. So i guess, i’m gonna call this as self-upgrading. 

Rencana liburan kali ini dimulai dengan ikut pergi sama temen-temen mama, nginep sendiri ke saudara yang sejujurnya aku kurang deket, kurang banyak ngobrol, and it's for a week without my parents, Flying-solo, dan go overseas with my friends.

Belakangan ini aku ngerasa kurang banget dalam segala aspek. Sampai aku bahkan gatau what i’m good at, what i really want for my future, and even when i found out what i’m good at, i don’t even THAT SO SURE to work on it dan go for it. Sounds terrible, doesn’t it? It’s like lack of self awareness. And it does feel bad.

But, i'm really enjoying this holiday, so far. Chill days. I could watch good movies, do writing, explore new songs, bands, new thoughts. Well, not so important and productive as well but gaining something new for self counted as productive, no? hahaha, well. At least i’m still enjoying my time here.

And even i’m away from my boifriend, that doesn’t mean i’m not thinking about him all the time. (In case he reads it) So, yeah.

Enjoy ur holiday, bai! xxo

Tuesday, March 29, 2016

Bagaimana ceritanya saya berada disini
Bagaimana ceritanya saya terjaga disini
Sendiri, Berfikir
Menelan bulat-bulat semua yang terjadi

Semakin banyaknya pertanyaan ini
Semakin banyak jawab tak kutemui
Ya disini-sini saja
Seperti lingkaran yang tak berujung

Yang saya paham,
Tak ada yang namanya kebetulan
Lagi pula apa maknanya kebetulan
jika dibandingkan dengan takdir?

Memang hidup adalah kumpulan keputusan
Tapi saat kau benar-benar sadar memilih
Segerakah kau tahu bahwa itu benar,
bahwa memang itu yang baik?

Seringnya kita memprotes langit
Seringnya kita menyalahkan diri
Lalu pergi menyisakan sunyi
Dalam sandiwara dan pertanyaan kosong

Wednesday, July 15, 2015

Berkabar

Hey, it's been a long time since the last time i post something on my blog. I did write though, I left Two posts in my drafts tbh, I didn't post it 'cause i found it a lil.. um, rambling. So i'm gonna make this one at least readable ;)

Kemarin pengumuman SBMPTN! Luckily i'm here to tell you a good news.

Yah, pretty much like that. To tell you the truth, i'm not that excited though. WELL, akan saya jelaskan apa yang saya lalui belakangan ini, hah.
Hasil sbmptn ini bikin gue kaget sih. kaget. dan bersyukur banget!! I mean, I messed up my test, like seriously failed. Kemungkinan besar dari yang udah sekilas gue koreksi, Mat IPA gue minus. So, what do i expect? Tuhan kasih Unpad udah more than enough, lho :')

Sebenaranya pada awalnya,  gue memang dituntut PTN dan gaboleh jauh-jauh sama ortu. Berhubung gue minat arsitektur jadilah gue pilih 1. SAPPK ITB. Nyari-nyari di IPB yang menarik apa ya, jadi lah gue pilih 2. Arsitektur Landscape IPB. Bingung nih pilihan ketiga apa ya, akhirnya bener-bener hari-H gue daftar SBMPTN gue tentuin Unpad, yang menarik menurut gue paling ya 3. Teknologi Industri Pertanian Unpad.
Mindset gue yang penting PTN, toh, minat juga. Masih Inten kan intensif 1 bulan dari pendaftaran, makin terpacu belajar dengan embel-embel sekitar yang menyuarakan slogan "PTN HARGA MATI! SEMANGAT!" seperti itu. Ya makin terpacu gue, pokoknya nyangkut dimana, yang penting PTN, minat, dan bisa survive, dah. SIMAK UI pun saya daftar Arsi interior, Arsi, dan Teknik Industri.

Tes-tes udah selesai, liburan pun dimulai. Gue udah gabisa ngambil mandiri mana-mana lagi dong, karena yang lain jauh-jauh. Paling masih ada IPB, tapi gue tunda dulu, kebetulan masih lama deadline pendaftaran nya, gue mikir mateng-mateng dulu deh, soalnya daftarnya juga agak mahal jadi gue masih ntaran dulu deh. Seiring waktu gabut ku, emang kebetulan gabetahan dirumah, ya gue pasti pergi-pergi lah kemana-mana. Sempet diajak nyokap pergi nemenin dia ke Bogor, akhirnya bertemu lah dengan temen nyokap gue ini yang seorang Arsitek. Sharing-sharing kalo gue minat arsitektur dan dia nanya "Serius? Arsitektur itu ngga main-main lho, kamu harus serius nanti, karna tugas nya kayak gak habis-habis!", ya serius sih, tapi gue emang belum ada persiapan apa-apa kayak les atau sebagainya gue ga ngerti basic apapun.
Nah, waktu itu setelah tes SIMAK, gue agak hopeless dengan segala sbmptn dan simak, jadilah gue membujuk ortu gue untuk daftar cadangan swasta, kebetulan waktu gue tes SIMAK ketemu sama temen bokap gue yang dosen Trisakti. Gue nanya-nanya ttg arsitekturnya dan survey-suvery juga ternyata bagus. Gue ceritain lah ke temen nyokap gue yang arsitek ini kalau gue daftar cadangan swasta nya Trisakti. Dia justru dukung gue disitu! Gue jadi semangat dan merasa sedikit ada harapan. Bahkan katanya, Arsi Trisakti lebih bagus dari UI, begitupun dari IPB, Landscape nya lebih jago-jago dari lulusan Trisakti. Katanya.

Berhubung gue emang pingin banget Arsitektur tiba-tiba setelah perobrolan gue dan penjauhan gue dari segala ke-negri-negri-an gue kok malah merasa ada harapan kedepan di PTS. Jadilah gue daftar UNPAR. Tapi as you expected, ya pasti gaketerima lah ya gue di unpar!! Secara gue cuma ikut USM 3, DAN GAK LES sama sekali, so yeah. Sempet bikin stress apa gue bener bisa di arsi atau engga, tapi deep down gue masih pingin Arsi.

Kegalauan gue adalah.. Bokap Nyokap gue beneran serahin ke gue mau pilih mana. Mereka bener-bener dukung gue. Walaupun bokap menyarankan negri aja, dan nyokap berfikir sayang banget kamu ya gakesampaian jadi arsitek dan gue lgsg kayak AGH. Semua orang juga nyuruh gue negri dengan alasan
 1. Sayang dapet negri kok ga diambil, padahal banyak pasti yang mau di posisi gue.
 2. Kalau udah lulusan negri pasti dapet kerja dimanapun gampang.
 3. Karna bagaimana pun, lulusan negri tetep di pandang.
 I found everyplaces ada plus dan minus, dan untuk kedepannya gue bener-bener gak bisa jamin ke diri gue sendiri. Gue lebih berfikir sama gue yang ngejalananin. Teknologi Industri Pertanian gue yakin gue pasti bisa survive, menurut gue not a big deal walaupun nanti gue bingung gue kerja sebagai apa atau bahkan jadi wiraswasta aja who knows gue beneran gatau. In the other side, gue masih sangat amat ingin belajar ilmu arsitektur. Untuk kedepannya gue dapet kerja atau enggak, gue bener-bener takut juga gimana nasib nanti, tapi gue percaya apapun kedepannya udah ada yang ngatur. Else, gue juga tetep memikirkan gimana kalau gue malah salah pilih jurusan ke arsitektur. Gue takut gue jenuh karna as you know, tugas di arsi itu sangat amat wow it's like ENDLESS. Hah, PERGUMULAN HIDUP :")

Jadi, I have one week maximum to think about this. This is one big step to the future, i don't wanna ruin it :( Just hoping i chose what's the best decision for me aaand, i can't wait to tell you that best i decision i made on here!


Another good news awaits, RIGHT?



Spread love
xx, me

Monday, December 22, 2014

Tuang, Sebagian.

Kalimat-kalimat pendek memenuhi kepala
Rasanya bingung bagaimana menyusunnya
Inginnya membuat rangkaian kata seru
Tapi terlalu banyak dirasa
Kehabisan konjungsi

2015 sebentar lagi
Waktu terus berjalan tanpa tunda
Tahun baru, resolusi baru
Kehidupan baru
Banyak kenangan 2014
Bersyukur, Senang, Lega bisa sampai sejauh ini
Mengalami kejadian-kejadian tak terduga selama 2014
Apa selanjutnya di 2015?
Masa depan jadi misteri
Disini menatap kedepan bagai kabut awan yang saya bahkan tak tahu
apa yang ada dibaliknya?
Terus berharap pada-Nya
Mencoba mengikhlaskan segala macam bentuk penyesalan

Tinggal 9 hari lagi?
Apa yang dapat dilakukan?
Sedangkan saya disini, tidak akan berkata bohong, tapi saya takut.
Rasanya berat untuk mengambil keputusan hidup kedepan
Takut salah langkah.
Saya tahu pikiran-pikiran ini yang meracuni saya
Saharusnya tidak berfikir seperti ini, bukan begitu?
Saya percaya adanya Tuhan, yang selalu memberikan yang terbaik.
Tapi kadang lelah membohongi diri sendiri,
kalau saya, masih belum cukup hebat untuk membuat keputusan kedepan
Banyak pikiran.
Tapi tak mau terbeban pikiran.
Saya banyak mau.

Benci hal-hal buruk yang terjadi.
Saya egois, memang. 
Tapi bisakah, saya bahagia sebentar, merasa lega
tak usah cemas, memikirkan masa depan?

Ah. Memang pikiran saya cemen. Kadang saya benci diri saya yang inginnya instan.
Memang dunia ini bukan mesin pembentuk keinginan. Tapi, saya hidup banyak berharap.
Semoga lebih baik kedepannya.
Saya berdoa bukan hanya untuk keadaan.
Diri saya yang terpenting.

Boleh saya akui, saya berharap banyak dari diri saya pada tahun 2015.
Saya butuh kepastian masa depan.
Semoga pentunjuk Tuhan segera turun
Tidak lain dan tidak bukan, Jurusan PTN.
Bantu doa ya, biar dapat masuk PTN. itu saja dulu. :)