Saturday, March 10, 2018

Edisi sans

Well hello, terimakasih kepada kopi yang membuat gue jadi tidak ngantuk padahal tadinya udah ngantuk ngets hehe
sebenarnya gak ada yang harus dikerjain sih,
ya paling cuma cari-cari sesuatu untuk dilakukan aja. Gara-gara internet kosan gue bala nih jadinya harus melakukan sesuatu yang tanpa internet deh.

Bosen jadinya ngetik di notes dulu ae.
(kalau paling engga layak dibaca oranglain baru dipost diblog biar gak ilang wakaka)

Tadinya gue mau nulis-nulis asal hal yang lumayan penting - ga penting gitu sih. Tapi mager jadinya di hapus lagi. Ujung-ujungnya bisa nya curhat doang ahahahahaha

sans dulu.

Gue kadang tuh suka deh kalau bisa begadang sampai malem banget gitu. Kayak karena kadang gue bisa melakukan hal-hal yang gue pingin lakukan dan gak berisik gitu loh, udah malem, heningnya bisa buat mikir. Mikir apa aja tauk dah.
Tapi kalo lagi asik-asik eh terus tiba-tiba kepikiran hal serem, langsung jadi parno dan pinginnya ngantuk aja biar bisa tidur aja asli wkwk.

Sebenarnya gue belakang ini lagi pingin invest waktu luang gue yang sering tanpa internet gara-gara wifi bala buat ngecat aja (aka ngelukis tp gue geli bilang lukis Lol), tapi gak dulu deh kalau malam ini. Bikin berantakan kamar hahah, besok pagi mau pulang ke jakarta soalnya.

Atau gak baca buku, tapi gue gak sejago dulu gitu loh kalo baca buku, apalagi fiksi ya. Biasanya kan lebih seru dan cepet ya tapi malah sekarang gue enggak. Aneh. padahal lagi pingin baca buku fiksi karena udah lama banget ga baca fiksi. So i'll go for articles or stuff.

Terus-terus

seru banget deh. gue belakangan ini lagi surround myself with postive people gitu. Bener-bener help me out banyak walaupun gue masih ‘in-process’ banget sih. Tapi seru jadi seneng aja sama temen-temen gue. Sayaanggg.
Kayak menyenangkan aja gitu udah lama gak ngerasa beneran enteng gini wuwuw

Mungkin salah satunya itu karena gue lagi seimbang antara waktu social with friends, lovelife, people dan untuk me-time.
Beberapa tahun belakang ini soalnya gue aneh banget karena gak bisa me-time. Bukan karena gak ada waktunya, tapi karena sama sekalii gak ngerasa nyaman aja. Padahal dulu-dulu anaknya suka pergi sendiri kok. Sedangkan beberapa tahun kebelakang ini pergi sendiri jadi hal yang kepepet atau terpaksa bukan lagi in-purpose. It felt terrible. 
Kabar baiknya gue sekarang udah bisaa!! ugh senang. Jadi kayak contohnya lebih milih nunggu daripada ditungguin walaupun nunggu sendiri, tapi udah senyaman itu lagiiii.

Oh iya, sama vacuum social media itu sepertinya sangat memberikan pengaruh yang besar ya. Gue sempet sih sebentar banget dan gue sangat iri sebenernya sama yang bisa stop using social media. So i’m telling you if you sort of need your inner peace back, then you should try this one.

And moreover; praying, and start building good habit!!

*tiba-tiba gerimis deres*

Nah, saat-saat kayak gini yang kadang jadi mengundang galau. Se udah bahagia nya lu, ternyata being sad, and anxiety or insecurity itu masih sangat memungkin kan untuk muncul! Tapi ya, don’t throw away the positive vibes, let’s sit it for awhile and enjoy while it lasts. Sometimes being sad could be fun too lol (make sense gak sih??), just note that this will pass.

Terus apa lagi ya yang seru

Udah sih. paling ngepoin hal-hal baru yang meningkatkan excitement jadi gak sengaja keikut excited kalau topik-topik itu lagi muncul di society hahaha

Lalu tiba-tiba udah jam 1.14 aja…
Tidur deh!! bangun pagi

Terakhir,
since for now i NEED to surround myself with possitive people,
so i do myself a favor.
its like
i have to stay away from the negative ones,
i have to listen to and choose myself more.
whatever though,
but bitch dont kill my vibe

Sekian.
Smile your beautiful smile. :)

*terus pas refresh safari eh internetnya lagi kenceng. OK DE SIP*

Thursday, February 1, 2018

Ucapan

Sebenarnya ini sudah saya tulis dari awal-awal Januari tapi tidak jadi di post karena di tengah jalan saya tiba-tiba kehabisan kata dan lalu berhenti. Maka hari ini saya tuntaskan. Kebetulan sudah tengah malam tapi belum ngantuk.

Jujur, tahun 2017 ternyata menjadi tahun yang sangat fluktuatif buat. Tapi saya patut bersyukur karena banyak mendapat pengalaman dan pelajaran yang baru lagi. Sungguh, satu hal yang sangat disyukuri yaitu saya masih  sehat tanpa kekurangan suatu apapun sampai sekarang.

Banyak hal yang ingin disampaikan sebenarnya mengenai Tahun 2017 (mumpung masih awal tahun 2018), tapi kita lihat saja seberapa bisa saya merangkai kata-kata akan semuanya itu.
Intinya pertama-tama saya ingin mengatakan dengan rendah hati;
Terimakasih,
Tuhan Yesus yang setia, tidak pernah meninggalkan dan terlambat dalam menolong saya. Setiap kali.
Tuhan Yesus yang selalu menopang saya untuk bangkit.
Saya masih diberikan damai untuk tidur dengan nyenyak
Saya masih diberikan sukacita untuk masih tertawa dalam keadaan apapun.
Kepada teman-teman yang masih menemani saya
yang masih peduli terhadap saya
yang masih mau mendengarkan saya
yang masih menerima saya padahal tau busuk-busuknya saya
yang tidak berubah, dan tetap mau menjadi teman saya.
Kepada orang-orang yang menyayangi saya sebegitu besar walaupun saya tidak layak dicintai
yang memberikan waktu dan tenaga nya untuk saya
yang masih percaya bahwa saya itu baik
yang memberikan kasih sayang dan kelembutan yang tulus.
Atas waktu-waktu menyenangkan.
Atas waktu-waktu menyedihkan sehingga saya masih merasa dan bisa belajar.

Saya bertemu orang-orang baru yang sebelumnya hanya teman dan ngobrol biasa, berujung mengajarkan saya tentang cinta. Seperti kalian tau saya clueless sebenarnya tentang hal itu. Saya bodoh dalam merasa. Tapi sekarang saya mengerti. Masalah-masalah baru yang diberikan kepada, membuat saya sadar saya ini sudah semakin dewasa. Saya belajar banyak tentang ikhlas dan melepaskan. Saya tidak berharap banyak dengan manusia. Dan mereka bisa pergi kapan saja. Hidup ini dinamis.
Walaupun kalau boleh jujur, saya banyak menghabiskan waktu dalam berkecimpung dimasalah saya sehingga kuliah saya cukup keteter. Yah, paling tidak saya masih bisa mengikuti, tugas terkumpul, uas dan uts saya hadir semua, laporan-laporan praktikum dan kepanitiaan tidak terbengkalai saja saya sudah sangat senang dan bersyukur sekali.

begitu juga
Maaf,
Kepada orang-orang yang telah saya repotkan.
Kepada orang-orang yang risih dengan adanya saya.
Kepada orang-orang yang disakiti hatinya karena kehadiran saya.
Kebohongan, kata-kata yang menyakitkan,
tindakan bodoh saya, ketidak pedulian saya.
kelakuan buruk saya.
Kesan tidak baik.
Tidak dapat membantu atau menolong dengan yang diharapkan.
Tidak dapat memenuhi ekspektasi.
Tidak dapat dipercaya.
dan banyak lagi

Kalau saya sebutkan kesalahan-kesalahan saya rasanya bisa tidak selesai hehehe. Banyak kesalahpahaman terjadi. Banyak keputusan saya yang salah dan merugikan orang lain. Saya tidak tau cara meminta maafnya bagaimana tapi saya akan berusaha untuk lebih baik lagi.
-
Hmm..
Belakangan ini, karena saya banyak merasa, saya semakin peka terhadap orang-orang disekitar saya yang sedang mengalami sesuatu. Ternyata karena kepekaan ini, saya jadi mendengar banyak cerita dari teman-teman dekat saya yang tidak disangka-sangka sebelumnya, sedang menghadapi masalah yang berat.
Saya berterimakasih kepada teman-teman saya yang sudah percaya untuk menceritakan bebannya yang saya yakin sulit untuk diceritakan. Terutama sampai bagian yang sebenarnya kalian tidak bisa ceritakan ke oranglain.

Ah, hati saya pedih berkali-kali. Apalagi mengetahui ternyata orang-orang terdekat yang sedang mengalami masa sulit.
Sungguh saya kagum kepada teman-temanku yang masih kuat dan masih berjuang sampai sekarang walaupun saya tahu itu sangat jauh dari mudah. Aku sayang kalian.
Ini menjadi satu hal yang menguatkan saya kalau kita tidak sendirian yang berjuang untuk hidup. Selalu ada hal-hal untuk disyukuri, kan? :)
Mungkin lain kali saya akan menulis lagi tentang ini.


Segini dulu
Bye :) x

Monday, January 29, 2018

Gardening

Sambil menghabiskan waktu menunggu di Rumah Sakit, saya memilih duduk didekat tempat bermain anak-anak. Jadi entairtaimen saya kali ini adalah anak-anak polos main perosotan. Paling tidak, ditempat yang tidak saya sukai, saya masih bisa tersenyum-senyum geli dengan ikhlas.
——
I can’t write
With so many alphabets
With too many words
Running back and forth in my head

I can’t write
With so many feelings
And so many wounds
Demanding to be felt and heard
“Tulis tentangku!”
“Tidak, tidak, aku saja!”
“Rasakan aku, tulis aku lebih dulu!”
“Aku dulu, tolong.”
I always thought
Picking the right words
To describe this and that
Just like gardening
Which flower do you like
When every flowers are
Beautiful and fragile at the same time?

I can’t tell.

Friday, November 25, 2016

November

02.19
It has been always like this when i decided to write, a past-midnight time. Fortunately, i had enough nap on the afternoon, or maybe that's the reason why i still wide awake till now.
Like the title, November. Why i choose it as the title is not only because it is in November, but also because a lot is happening in this month. I could've name every post with the name of the month as a title but, oh, November is always special.
well for me, of course.

On the 16th November, i had the chance to go to Korea. Not the 'chance' as you expected from college-or-reward thingy, nope, but i'd still call it a chance. It was fine and fun until i feel drained just because i was being in a bunch of people i don't usually spend time with. People i don't even know the name. Some people i don't even close to and i have to stick and socialize with them in 5 days straight. Then i figured myself i am not that kind of person. I'm drained there, man. I had a good time though of course, it's just i miss my boyfriend too much when i was in there. I was emotionally missing him.
It's what i do tho, when i'm drained with people, i came to him and voila i got my energy back.

It all makes me feel like,
                The farther i go, the more i know i only want him.

You know it's somehow sounds like a bullshit but, uh, you know i'm not that kind of romantic girl. Well i do romance, but maybe more like a hopeless-romantic, lol. I'm being real when it comes to love. That is just what i really felt, in kilometers away, i phone-called him under the falling trees (it was beautiful and gloomy at the same time anyway), and I cried. I thank God for having him though. It turned out i needed him that much it's weird. All i wanted is to be with him in a koala hug all day. Even if i really enjoyed the view, the weather, the culture in Korea, i'd still fancy to be hugged by him with both of us alone only in a room with nothing, no view. I'll feel enough.

When i got back from Korea, i indeed felt exhausted because of all the walks, the travels, and all. Moreover, i spent my last energy at the airport, it was a really tiring tiring and panic time with a lot of walks, (cray!) I splited up from the groups in a really big airport and a lot of people there, that's why. Fyuuh. Then i slept like fainting. The next day, i'm going back to Jatinangor, just because my boyfriend wants me to.

In the 21th November, i had my birthday. Now you can tell why November is special to me, lol.
I was in my last day in Korea when i had my birthday. I was already in Jatinangor in the 22th November. Literally the next day after i arrived at home, sounds tiring isn't it? :( Cause it. is. Ugh.

But turns out my boyfriend is having something he should work on it, which he's really, really busy. I haven't even seen him. The next day, i finally saw him, but only for like 15minutes.. if im not mistaken?
Fine though fine. Fine, fine. Totally fine. It's just, you know, i miss him too much, he does too so the good thing is im not feeling it alone. Maybe just feeling sad a little, but he's feeling sad so much :( Sad me. Even more sad him. Sad us.

At the end i don't actually know how to explain this and how to end this post.
It's just we both really sad and mad at the same time. The chance of us to spend time together is really thin in this week and we already missed eachother too much.
We had very emotional conversations, we cried.
Sounds weird indeed.
For some people, they don't believe in destiny, they don't believe in "jodoh".
Well i do though.
I believe it's a love. But if at the end we don't belong to be together, then i wouldn't say it wasn't love, or if i was being fooled by the concept of love. I felt it and i have never been so sure.
I pray hard that we both could always make things work, and that we will belong together.
Once again i believe in destiny. Whatever may to happen, then happen.

I guess this is my first post i really talk about my love life, it really is weirddd, and if you do know me in real life, i'm not this type of 'menye-menye' girl actually. Hahah. So if you're one of my friends or know me in real life reading this, please, just please, forgive me.

Anyway, the thing i like from birthdays aside the cake and make a wish before blowing candles thing, I like wishes and prayers :) Send me wishes or mention my name in your prayers, i would really, reallyy happy. Oh, i don't fancy gifts or suprises though. Wishes and prayers are the most important which could've made me smile so wide!

3.12
Guess i'm just gonna end this up. Good night.
Hope after i woke up it'd be a good-good-happy day!